Skalaekonomi.com. Ketua Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (YPPHUI), H. Sonny Pudjisasono, SH, MBA menginisiasi ruang ekpresi budaya dan seni di halaman Pusat Perfillman Haji Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan yang digelar seriap hari Minggu pagi bersamaan dengan Car Free Day.”Jadi tiap CFD di halaman PPHUI kita sediakan panggung, sound system, dan ya sedikit snack. Semua gratis. Kegiatan rutin mingguan ini berupa pameran koleksi Sinematek Indonesia. Ada juga senam aerobik, promosi single lagu, atau seperti hari ini ada penampilan kelompok angklung, bela diri taekwondo dan sajian tarian Betawi,” kata Sonny Pudjisasono, kepada wartawan di Gedung PPHUI, Jl. H. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (5/7/2026)Menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia, Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) bakal menggelar Festival Film Pendek MAD FEST Merah Putih 2026 atau MayDay Festival Merah Putih 2026.Ada pun Penganugerahan My Day Festival Merah Putih 2026 yaitu festival film pendek bermottokan“Kita sebagai pekerja, pekerja adalah kita. Sudah merdeka kah?” Festival Film Pendek iini menjadi transformasi budaya dari demo di jalanan beralih ke ruang digital lewat film pendek. Gelaran perdana, pihak PPHUI akan memberikan 5 Kategori Anugerah Aspirasi 2026. “Ada film pendek terkait aspirasi masyarakat miskin kota, ojol, dll yang berkaitan dengan pekerja. Intinya, aspirasi pekerja sekarang tidak harus melalui demo di jalanan. Kita beri wadah lewat ruang digital. Nanti kita beri penghargaan,” papar SonnyPuncaknya tanggal 17-19 Agustus 2026. Diawali fashion show Merah Putih dan ditutup pagelaran lenong modern “Halte Bus Rumpi” yang disutradarai aktor Harry DeFretes.Sonny menyampaikan, konsep lenong yang bakal ditampilkan cukup menarik. Yaitu dialog tidak cuma di panggung, tapi nyambung ke layar sinema. Tokoh di panggung bisa “ngobrol” dengan tokoh di film. Dekorasi panggung juga bergerak. Tidak statis. ”Contohnya orang turun dari bus beneran keliatan turun di panggung. Begitu juga orang ngejar bus,” unkap Sonny. Sebagai Deputi 1 Penasehat Khusus Presiden Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan, Sonny Pudjisasono siap memperjuangkan para pekerja film agar hidupnya lebih sejahterra.Tentu saja bukan hanya disektor perfilman, sektor lainnya juga meminta perhatian yang intens. “Kemarin saya sudah keliling ke BLK-BLK di Kemenaker dan nantinya akan kita manfaatkan untuk membuat film pendek sebagai wujud aspirasi para pekerja,” kata Sonny. Tak hanya terbatas pada kolaborasi di ajang My Day Festival Merah Putih 2026, sebagai Deputi 1 Penasehat Khusus Presiden Prabowo Bidang Tenaga Kerja dan Kesejahteraan, Sonny juga sedang menginisiasi semua persoalan tenaga kerja yang masih belum selesai. “Kita sekarang sedang menyelesaikan kasus sebuah perusahaan yang sudah 7 tahun tidak memberikan haknya kepada karyawan. Alhamdulilah bisa terselesaikan. Ada juga perusahaan yang berpotensi mem-PHK. Kita adakan pembicaraan hingga tidak terjadi PHK,” tegas Sonny.Perjuangan Sonny bagi kesejahteraan pekerja dan masyarakat umumnya penghapusan pajak Tunjangan Hari Raya (THR). Selama ini, ada hal yang tidak masuk logika. Para pekerja sudah bekerja, begitu menabung dikenai pajak. Termasuk Tunjangan Hari Raya. “Sudah ada pemahaman kita akan cabut aturan aturan tersebut,” kata Sonny.

