Home Seni & Wisata Uniknya The Best Bonanza Bukan Sekadar Dongeng

Uniknya The Best Bonanza Bukan Sekadar Dongeng

by Admin

Tajuk mini album yang di garap oleh Imagination Music dan Matadewi Management beralifiasi dengan Kanal Kabarhiburan, Kabartainment serta chenel Senandung Syair Religi Tv (SSR Tv). Agak sedikit unik judulnya, The Best Bonanza.

Pastinya, penuh tanya. Kenapa The Best Bonanza? Karena lagu lagu yang diciptakan di era tahun 1981 hingga tahu 2019 dalam format digital ini, lahir dari “Perkampungan Bonanza” .Tepatnya, di bilangan Pisangan Lama III Jatinegara, Jakarta Timur.

Akan tetapi, jangan coba coba cari nama Bonanza di wilayah tersebut. Garansinya, tak akan pernah ketemu, sebab tak terdaftar dalam tertib administrasi Daerah Khusus Ibu Kota
Jakarta..

Lain halnya dengan Bonanza yang ada di Kabupaten Sanguache County, Colorado, Amarika Serikat. Jumlah penduduk, luas wilayah hingga suhu terendah dan tinggi, rapi catattannya.

Bonanza di Pisangan Lama sekedar nama yang notabene dijuluki oleh sebagian penduduk remaja kolot setempat — untuk sekedar kongkow kongkow alias nongkrong, ‘ngupi ngupi’ bareng di bibir gang, pinggiran jalan, hingga ke beranda rumah yang saling berhimpitan.

Heri Widharto dan Rohadi

Tak akan habis ribuan novel mencetak napas kehidupan di Bonanza. Manis, pahit dan getir hanya manusia di sana yang merasakan dan memaknainya sendiri. Bersyukur, yang tetap bertahan dan hengkang dari Bonanza, sudah pada makmur. Seperti, kata Bonanza itu sendiri, diambil dari bahasa Spanyol, artinya kemakmuran.

Lahirnya lagu Gagal dan Gagal lagi, tercipta sekitar tahun 1987- 1989 bukan lagi bicara soal makmur atau kemakmuran, melainkan ‘secuil’ dari BAB atau Pasal yang terpisah dari kisah kasih di Pisangan “Bonanza” Lama III. Kisah ini, bukan sekedar dongeng belaka. Ya, begitu adanya, sulit dicerna oleh nalar.

Dan, lagu ini pernah di bawa keliling, ngamen ke “perkampungan” sebelah, Kayumanis, Jatinegara dan sekitarnya di tahun 1989 – 1990 an — bersama ustadz Rohadi dan Uway Ramlan untuk mencari jati diri dan “kemakmuran” — jika tak dibilang cari barokah Nya dalam kehidupan.

Sementara, lagu Malam Ini diciptakan oleh Black Baladika ( tahun 1988 – 1989) di senandungkan oleh Imam M. Nizar dan Irfan Firdaus. Ceritanya lebih unik lagi. Hal ini diperuntukan buat si gadis berdarah ningrat yang keberadaanya tak jauh dari masjid Nurul Amal, masih di Bonanza.

Lewat lagu ini, Black Baladika mengungkapkan rasa kerinduannya bertubi tubi pada cinta yang tak pernah sampai. Maka, ia pun bersama teman lainnya, sambil gitaran, kerap menyuarakan lagu tersebut selepas senja hingga menjelang fajar di samping masjid. Berharap, didengar oleh sang gadis. Hem…..

Anggraini bukan sekedar nama. Menurut penciptanya, Rohadi — kerap di sapa Roro, lagu Anggraini terinspirasi dari dua sosok wanita yang kebetulan, nama belakangnya ada kata Anggraini.Tentunya, dua sosok yang ditemui Roro dalam kurun waktu nyaris berbeda, seperti cerita cerita fiksi cerpen atau novel. Good Performance: putih, mulus, tinggi semampai. Nyaris sempurna kecantikannya. Syarat ini, mutlak dijadikan oleh Roro untuk di tulis dalam kumpulan puisi, hingga ke lirik lagu. Ya ya ya….

Buat Heri Widharto, yang belum lama ini membawakan dan menciptakan lagu religi Melangit Bersama, dari kumpulan puisi Kang Maman Suherman — untuk lagu Kau Yang Terindah ( 2019) kali ini terinspirasi dari penantian yang lama mencari cinta hingga tahun 2003. Dan, akhirnya menemukan sosok yang merubah segala kehidupannya jadi lebih indah dan sempurna. Kini, mereka merakit biduk kecil mengarungi kehidupan itu bersama.

Sementara, untuk lagu Janji Palsu yang diciptakan dan dibawakan oleh Risfan Bally Pratama Hanavi sebagai generasi kedua dari Bonanza ini — paling tidak syair lagunya punya cerita yang mirip mirip dengan lagu sebelumnya. Ada cerita nyata dan fiksi yang dirangkai jadi lagu, Janji Palsu. Asal jangan banyak janji ya he he he….

The Best Bonanza
Black Baladika

Semua lagu dalam mini album ini di arransemen tahun 2014 dan 2019 oleh Alang Mjk Borneo, Sound Engeneering, Jupri Vints Studio.Design Grafis Ahmad “Nova” Syarifudin. Asisten IT dan Hubungan Media Sosial, Heri Widharto Eksekutive Producer, Imam M.Nizar.
Harapan dari penggagas karya, semoga mini album The Best Bonanza ini dapat diterima oleh masyarakat penikmat industri musik dan platform music digital pada umumnya. *

  1. Gagal dan Gagal Lagi, Vocal dan Cpt: Imam M Nizar
  2. Kau Yang Terindah, Vocal dan Cpt : Heri Widharto
  3. Malam Ini, Vocal : Imam M Nizar & Irfan Firdaus, Cpt : Black Baladika
  4. Janji Palsu, Vocal dan Cpt: Risfan Bally Pratama Hanavi
  5. Anggraini, Vocal: Imam M Nizar Cpt : Rohadi (nz)

You may also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More