Sunday, May 3, 2026

Insiden Pecah Ban Massal yang Viral di Tol Jagorawi Arah Bogor Direspons Pengelola Jalan Tol.

Skalaekonomi.com.Pengelola Jalan Tol Jagorawi akhirnya menyampaikan permintaan maaf sekaligus memastikan kompensasi bagi pengguna jalan yang terdampak insiden pecah ban massal yang sempat viral.

Pihak pengelola Jalan Tol Jagorawi menyatakan kesiapan memberikan ganti rugi kepada pengguna jalan yang terdampak insiden pecah ban yang terjadi beberapa hari lalu. 

Peristiwa tersebut sempat viral di media sosial setelah sejumlah kendaraan mengalami kerusakan hampir bersamaan.

Senior General Manager JMT Regional Division, Widiyatmiko Nursejati, menjelaskan bahwa pihaknya telah menghubungi para pengguna jalan yang terdampak dan tengah mengumpulkan data sebagai bagian dari proses klaim.

“Sebagai bentuk tanggung jawab, kami telah menghubungi pengguna jalan yang terdampak serta mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk proses klaim ganti rugi,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Selain itu, pengelola juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Perbaikan jalan pun telah dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, ditemukan delapan titik kerusakan perkerasan jalan di ruas Km 17 hingga Km 22 arah Ciawi. 

Kondisi ini diduga menjadi salah satu penyebab insiden pecah ban yang dialami pengendara.

Pengelola memastikan akan terus memantau hasil perbaikan guna mencegah kejadian serupa terulang, terutama di tengah tingginya curah hujan yang memengaruhi kondisi jalan.

Sebelumnya, sebuah video viral memperlihatkan sejumlah mobil berhenti di bahu jalan Tol Jagorawi setelah diduga mengalami pecah ban secara bersamaan. 

Kejadian itu terjadi pada Kamis (30/4), dengan petugas derek dan kepolisian sudah berada di lokasi.

Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Alvin Andituahta Singarimbun, menyebut laporan awal diterima sekitar pukul 17.40 WIB. Petugas kemudian langsung melakukan pengecekan kondisi jalan.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan delapan titik kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.***

Must Read

Related Articles