Saturday, May 2, 2026

Aditya Gumay Kreatifitas Tanpa Batas, Marilis Film dan Aditya Project

Skalaekonomi.com. Jakarta. Siapa tak kenal Aditya Gumay, sosok paket lengkap di dunia seni hiburan: teater, film, sinetron dan musik.

Dalam bidang film dan sinetron dia pernah dan masih memegang posisi sebagai sutradara, penulis, skenario dan produser.

Di bidang musik, tak kalah prestasinya sama bagusnya seperti di dunia film. Selain lagu anak anak, renaja, bahkan lagu lagu religi dia juga cukup mumpuni.

Prestasi yang dicapainya bukan untuknya sendiri tetapi ditularkan kepada anak didiknya yang tergabung di Sanggar Ananda Kawula Muda yang sudah terkenal reputasinya. Ruben Onsu, almarhum Olga, Indra Bekti, Oki, dan artis dan seniman lainnya. Mereka dulunya belajar di sanggar Ananda.

Kali ini, Aditya Gumay yang ditemui di Sinema Hall, Pusat Perfilman H.Usmar Ismail, Kuninga.n, Jumat petang, 1 Mei 2026 melaunching sejumlah program.

Yang pertama, ia menjadi supervisi produksi di film Ghost Buzzer, produksi Media 8, milik Ko Amirullah, pengusaha yang bergelut di bidang media dan film juga minuman kesehatan seperti susu segar dan sehat.

Film Gihost Buzzer film horor anak anak yang dibalut canda tawa dan pesan persahabatan digelar pemutaran perdananya pada Jumat, 1 Mei 2026, di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Jakarta Selatan.

Di bawah naungan produksi yang dipimpin Ko Amirulah selaku Executive Producer, film ini disutradarai oleh Agus Hendra Jaya dengan Amir Gumay sebagai Sutradara Teknis.

Naskah cerita digarap oleh Arief, sementara Aditya Gumay bertindak ganda sebagai Supervisor Produksi dan pimpinan sanggar seni yang terlibat aktif memastikan alur cerita tepat sasaran.

“Kami melakukan pengembangan cerita secara menyeluruh, mulai dari karakter hingga alur, supaya terasa lebih hidup, ringan, dan tetap menyenangkan bagi anak-anak sekaligus bisa dinikmati bersama keluarga,” ungkap Aditya Gumay.

Ia menambahkan bahwa naskah telah melalui berbagai penyesuaian agar tetap relevan dan mudah dicerna oleh penonton muda tanpa kehilangan nilai hiburan.

Film ini menampilkan Claudio Alexandre, Nevan Atallah, Chacha Hits, dan Rafael Fernando sebagai pemeran utama yang berhasil membangun chemistry natural di depan kamera.

Chacha Hits yang memerankan karakter Vindi, seorang anak berkemampuan indigo, mengaku sangat antusias menyaksikan hasil kerja keras tim setelah dua tahun berlalu sejak proses syuting.
“Oh my god! Rasanya seru banget dan kayak reuni, karena aku udah menganggap semua cast dan kru seperti keluarga,” ujarnya antusias.

Sementara itu, Rafael Fernando yang berperan sebagai Udin, sosok pembawa humor dalam cerita, mengaku sangat puas dengan hasil akhir film ini.

“Suka banget, di film ini aku yang memerankan karakter Udin yang suka nyeletus lawakan. Selama dua tahun nunggu akhirnya sekarang kita berkumpul lagi di sini,” katanya.

Secara garis cerita, “Ghost Buzzer” mengisahkan petualangan empat sahabat yang memiliki hobi unik menyelidiki fenomena gaib. Petualangan mereka membawa pada pertemuan dengan berbagai jenis hantu hingga sebuah misi penyelamatan arwah anak yang terjebak, yang dikemas dengan ketegangan, tawa, dan nilai moral yang mendalam.

Dalam kesempatan yang sama, acara ini juga menjadi momen spesial karena digelar serentak dengan peluncuran proyek lain, mulai dari film “Kisah 25 Nabi dan Rasul”, festival musik Mad Festival Merah Putih, hingga debut grup musik Aditya Gumay Project.

Aditya membeberkan bahwa lagu-lagu dari proyek musik tersebut rencananya akan dirilis secara resmi bulan depan melalui platform digital seperti Spotify dan YouTube.

Terkait penayangan, film ini direncanakan akan hadir di berbagai platform digital (OTT) serta jaringan bioskop Digi.
Kabar baiknya, “Ghost Buzzer” juga akan dapat dinikmati penonton di layar besar Jungle Water Park, Bogor, yang sebelumnya telah sukses menyedot ribuan pengunjung untuk tayangan film lainnya.(dd)

Must Read

Related Articles