Friday, May 22, 2026

Gelar Batik Nusantara 2025 Dorong Pertumbuhan UMKM dan Industri Kreatif Berbasis Budaya

SKALAEKONOMI.COM JAKARTA — Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 resmi dibuka di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, sebagai salah satu ajang strategis yang tak hanya merayakan kekayaan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya sektor UMKM berbasis batik (30/07/25). Diselenggarakan oleh Yayasan Batik Indonesia (YBI), GBN 2025 mengusung tema “Bangga Berbatik” yang mendorong batik sebagai bagian penting dari identitas nasional sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Acara ini dibuka secara simbolis oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Ibu Selvi Gibran Rakabuming, didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, sejumlah menteri terkait, Gubernur DKI Jakarta, serta Ketua YBI Gita Ratna Gilangkencana. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan dukungan kuat pemerintah terhadap industri batik sebagai bagian dari rantai nilai ekonomi kreatif nasional.

GBN 2025 menampilkan lebih dari 200 pelaku UMKM batik dan kuliner Nusantara dari berbagai daerah, memberikan ruang promosi, transaksi langsung dengan konsumen, serta kesempatan untuk memperluas jejaring bisnis. Pameran ini juga menjadi platform edukatif dan interaktif melalui talkshow, workshop, dan sesi live demo membatik yang mempertemukan pengrajin dengan konsumen urban.

Pembukaan Gelar Batik Nusantara
Pembukaan Gelar Batik Nusantara

Salah satu sorotan utama tahun ini adalah pengenalan Batik Merawit Cirebon, teknik membatik detail yang telah memperoleh Indikasi Geografis (IndiGeo) sejak November 2024. Hal ini menjadi bukti penguatan aspek legalitas dan perlindungan terhadap kekayaan intelektual batik sebagai produk unggulan daerah. YBI juga menggelar pertunjukan amal “Merawit Rasa” untuk menggalang dana bagi program pelestarian batik, yang hasilnya akan disalurkan langsung kepada para pengrajin dan komunitas binaan.

Tak hanya menjadi ruang promosi, GBN 2025 juga merancang berbagai program sinergi dengan industri lain, seperti fashion, musik, hingga kesehatan. Kolaborasi dengan brand kecantikan Duvaderm, serta kehadiran musisi Maliq & D’Essentials, menunjukkan bagaimana batik dapat diposisikan dalam pasar gaya hidup yang lebih luas, menjangkau segmen konsumen muda yang potensial.

Program penutup berupa Fun Run & Walk pada 3 Agustus 2025 juga membawa nilai tambah dalam kampanye gaya hidup sehat berbasis kearifan lokal. Seluruh hasil donasi dari kegiatan ini akan digunakan untuk mendukung pengembangan UMKM batik dan program pelatihan keterampilan membatik di berbagai daerah.

Gelar Batik Nusantara 2025 mempertegas peran batik tidak hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai motor pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan dukungan dari Kementerian Perindustrian, Dekranas, sponsor seperti Astra dan Medco, serta mitra seperti PT Mediatama Binakreasi dan Matta Studio, acara ini menjadi bukti nyata sinergi antara sektor publik, swasta, dan masyarakat dalam mengangkat potensi ekonomi kreatif Indonesia.

Must Read

Related Articles