Home Seni & Wisata Mini Sinema di BigBang Expo Bersama KCFI

Mini Sinema di BigBang Expo Bersama KCFI

by Admin

Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI) menggelar acara nonton bareng dengan nama Mini Sinema di area Big Bang Expo, JIExpo Kemayoran Jakarta, 21 Desember 2018- 1 Januari 2019. Film-film yang diputar antara lain Jagoan Instans dan Ada Apa dengan Cinta 2.”Setiap malamnya kami putar sebanyak dua film,”kata Budi Sumarno Ketua KCFI, di Area BigBang Expo, Kemayoran Jakarta, Sabtu 29 Desember 2018.

Para pengunjung Big Bang Expo yang hadir bisa duduk bersama keluarga di atas karpet sintetis dan tersedia bantal besar untuk bersandar atau bisa untuk tempat duduk. Penonton  menghadap ke panggung tersedia layar besar untuk tayangan film.

Pada malam itu juga dari atas panggung Budi Sumarno apa itu KCFI. Komunitas Cinta Film Indonesia didirikan untuk ikut memajukan perfilman Indonesia. Anggotanya lintas profesi yang suka kepada film Indonesia.”Kami juga membentuk relawan pembisik untuk para tuna netra yang ingin tahu film tapi dengan penglihatan terbatas.

Relawan pembisik inilah yang akan mendampingi para saudara kita tersebut dan berbisik alur cerita dan adegan yang ada di film,”ungkap Budi Sumarno dihadapan pengunjung.”Bagi yang ingin menjadi relawan pembisik bisa mendaftar di website Cintafilmindonesia.com,”imbuhnya.

Selain menggelar acara nonton bareng atau nobar film nasional KCFI bekerjasama dengan Festival Film Inklusi (FFI), menggelar lomba pembuatan film peserta umum bertema Disabilitas, Bahaya Narkoba, dan Anak dengan HIV Aids atau ADA.

Big Bang Expo, berlangsung selama tiga tahun 2017-2019. Tapi, baru tahun ini menggelar nobar dengan nama Mini Sinema.”Bagi pengunjung yang mau istirahat habis keliling bisa duduk sambil menikmati film Indonesia,”ujar Fachri Husaini, Event Division Expo Indo Jaya, panitia event BigBang Expo.

Diharapkan dengan digelarnya nobar film di mini sinema akan memancing banyak pengunjung dari tahun sebelumnya.”Kami targetkan tahun ini pengunjung bisa mencapai 1 juta orang dengan transaksi 1,5 triliun rupiah,”tutur Fachri Husaini.

Didang P.Sasmita

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More