Thursday, October 22, 2026

Dari Animasi AI hingga Olahan Limbah, Polimedia Pamerkan Inovasi Hasil Riset DosenOleh : Sikarini Sasikirana (Mahasiswa Prodi Fotografi, Politeknik Negeri Media Kreatif)

SKALAEKONOMI.COM. JAKARTA.  Penelitian di perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah. Ketika dikembangkan lebih lanjut, hasil riset juga dapat melahirkan produk inovatif yang menjawab kebutuhan masyarakat, membuka peluang ekonomi, dan mendorong tumbuhnya industri kreatif.

Semangat tersebut terlihat dalam pameran hasil penelitian dosen yang diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-18 Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Jakarta.

Sejumlah produk yang dipamerkan memperlihatkan bagaimana teknologi, kreativitas, dan pemanfaatan sumber daya dapat dikembangkan menjadi solusi yang memiliki manfaat praktis.

Inovasi yang ditampilkan mencakup animasi dua dimensi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), filamen untuk pencetakan tiga dimensi (3D printing) dari limbah plastik, material campuran limbah tandan kosong kelapa sawit, tepung talas, serta platform pembelajaran digital yang dapat diakses secara gratis.

Animasi AI Mengangkat Budaya Indonesia
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah animasi dua dimensi berbasis AI yang dikembangkan oleh tim dosen bidang animasi. Karya tersebut mengangkat unsur budaya Indonesia, antara lain wayang, sebagai materi utama animasi.

Penggunaan AI dalam proses kreatif membuka peluang pengembangan karya audiovisual dengan pendekatan teknologi digital.

Di sisi lain, pemilihan budaya Indonesia sebagai tema menunjukkan bahwa teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan dan mengembangkan kekayaan budaya nasional melalui media kreatif.

Tim dosen yang terlibat dalam pengembangan animasi ini antara lain Handika, Freddy, Soehardi, dan Antonius. Proses pembuatannya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan.

Karya tersebut menjadi salah satu contoh pengembangan kompetensi bidang animasi yang memadukan keterampilan kreatif dengan pemanfaatan teknologi baru.

Mengolah Limbah Menjadi Bahan Baku 3D Printing
Selain animasi, pameran tersebut menampilkan penelitian dosen Program Studi Teknik Grafika yang mengembangkan filamen untuk 3D printing dengan memanfaatkan limbah plastik dari proses produksi kemasan.

Filamen merupakan bahan baku yang digunakan mesin pencetak tiga dimensi untuk membentuk objek sesuai desain digital. Selama ini, teknologi tersebut banyak menggunakan material berbasis polimer.

Melalui penelitian ini, tim mencoba memanfaatkan limbah plastik sebagai bagian dari bahan baku filamen.

Komposisi material yang dikembangkan terdiri atas 25 persen limbah plastik kemasan dan 75 persen biji plastik polylactic acid (PLA). Kedua bahan dilebur dan diproses menjadi filamen yang selanjutnya digunakan untuk mencetak sejumlah produk.

Mahasiswa Program Studi Teknik Grafika, Agung Zaid, menjelaskan bahwa penelitian tersebut masih dalam tahap pengembangan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah menjaga keseragaman diameter filamen agar proses pencetakan berjalan optimal.

Menurut dia, campuran material yang digunakan menyebabkan diameter filamen belum sepenuhnya seragam. Meski demikian, tim telah mencoba memanfaatkannya untuk mencetak beberapa produk.

Agung berharap penelitian tersebut dapat terus dikembangkan oleh mahasiswa sehingga membuka peluang pemanfaatan teknologi 3D printing dalam industri kreatif.

“Harapannya, mahasiswa bisa lebih mengembangkan teknologi ini dan belajar lebih intensif sehingga dapat semakin mewujudkan industri kreatif,” ujarnya.

Penelitian lain juga mengangkat pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan campuran filamen 3D printing.

Dalam riset ini, limbah sawit diolah melalui proses penghalusan dan pengeringan sebelum dicampurkan dengan plastik, dipanaskan, dan dibentuk menjadi filamen.

Pengembangan material tersebut diarahkan untuk menghasilkan alternatif bahan yang diharapkan lebih mudah terurai dibandingkan plastik konvensional.

Namun, material ini masih menggunakan campuran plastik dan masih memiliki keterbatasan dalam hal kekuatan serta daya tahan.
Kedua penelitian filamen tersebut memperlihatkan pendekatan berbeda dalam mengembangkan material pencetakan tiga dimensi, yakni melalui pemanfaatan limbah plastik kemasan dan limbah tandan kosong kelapa sawit.

Platform Belajar Digital Gratis untuk UMKM
Inovasi lainnya berupa website pembelajaran digital yang dikenal sebagai E-MOC. Platform ini menyediakan berbagai modul pembelajaran, mulai dari digital marketing, fotografi, hingga kuliner.

Pengguna dapat mengakses materi melalui telepon seluler maupun laptop tanpa dipungut biaya. Materi pembelajaran juga dilengkapi kuis dan sertifikasi.

Platform tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang ingin meningkatkan keterampilan tetapi belum mengetahui tempat belajar yang sesuai.

Melalui platform ini, pengguna dapat memilih materi berdasarkan kebutuhan masing-masing. Dengan akses digital, pembelajaran diharapkan tidak terbatas pada ruang kelas atau lokasi tertentu.

Sebelum disebarluaskan, website tersebut telah melalui tahap perancangan, pengembangan, dan pengujian untuk memperoleh masukan mengenai kemudahan akses serta fungsinya bagi pengguna.

Pengembangan platform pembelajaran semacam ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses peningkatan keterampilan masyarakat.

Tepung Talas dan Pengolahan Limbah MBG
Pameran juga menampilkan produk tepung talas yang dikembangkan melalui penelitian dosen. Produk ini diperkenalkan dengan sejumlah karakteristik, yakni bebas gluten (gluten-free), rendah indeks glikemik (low-glycemic), dan tinggi serat (high-fiber).

Karakteristik tersebut berpotensi menjadi nilai tambah dalam pengembangan bahan pangan alternatif. Meski demikian, klaim mengenai kandungan gizi dan indeks glikemik produk tetap perlu didukung hasil pengujian yang sesuai sebelum dijadikan dasar promosi atau rekomendasi konsumsi.

Selain tepung talas, terdapat pula produk yang berkaitan dengan pengelolaan limbah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Produk tersebut menjadi bagian dari upaya penelitian untuk mengembangkan pemanfaatan limbah agar memiliki nilai guna.

Informasi lebih terperinci mengenai proses pengolahan, bentuk produk, dan penerapan hasil penelitian tersebut masih perlu diperoleh dari tim dosen yang menangani masing-masing riset.

Mendorong Riset Berdampak bagi Masyarakat
Beragam produk yang dipamerkan menunjukkan luasnya cakupan penelitian di lingkungan Polimedia, mulai dari pengembangan teknologi kreatif, inovasi material, pengolahan bahan pangan, hingga penyediaan sarana pembelajaran digital.

Pameran dalam rangkaian Dies Natalis ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil penelitian kepada masyarakat dan memperlihatkan kemungkinan penerapannya di luar lingkungan perguruan tinggi.

Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut, baik melalui penyempurnaan teknologi, pengujian kualitas, kerja sama dengan industri, maupun penerapan langsung kepada masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari terciptanya sebuah prototipe atau produk, tetapi juga dari kemampuannya menjawab kebutuhan nyata, memberikan manfaat berkelanjutan, dan membuka peluang pengembangan usaha maupun industri kreatif.

Melalui penguatan riset dan kolaborasi, inovasi yang lahir dari lingkungan kampus diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pengguna serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Selain menampilkan pameran hasil riset para dosen, kegiatan Dies Natalis yang dibuka oleh Direktur Utama Polimedia, Dwi Riyono diramaikan oleh berbagai lomba seperti Lomba Fotografi, Kostum paling menarik, lomba desain logo HUT Polimedia serta pemilihan Duta Polimedia.

Dies Natalis juga dimeriahkan dengan pagelaran musik J-Rocks yang membawakan lagu-lagu hits mereka seperti Ceria, Tinggalkan Aku serta Falling in Love.*** 

Must Read

Related Articles