Tuesday, September 15, 2026

Gebrakan Transformasi Digital: Koperasi Rakyat Sejahtera (KSU Raja) Bekali Pengurus dan Anggota Strategi Pemasaran TikTok

BEKASI – Di tengah pesatnya perkembangan revolusi industri 4.0, tantangan besar kini dihadapi oleh sektor koperasi. Keterbatasan jangkauan pemasaran secara konvensional serta rendahnya adopsi teknologi digital kerap kali menjadi ganjalan utama dalam mengembangkan skala usaha. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) mengambil langkah nyata mendorong digitalisasi koperasi lokal.

Koperasi Serba Usaha (KSU) Rakyat Sejahtera Abadi (Raja) memiliki fondasi yang cukup kuat dengan total aset mencapai Rp 2,5 Miliar dan 450 anggota aktif. Kendati demikian, pertumbuhan anggota baru tergolong stagnan (di bawah 5% per tahun) dan mayoritas anggotanya berusia di atas 45 tahun (70%).

Permasalahan utama yang dihadapi koperasi ini adalah pola pemasaran yang 100% masih mengandalkan cara-cara konvensional seperti tatap muka, penyebaran pamflet manual, serta promosi dari mulut ke mulut (word of mouth). Hal ini mengakibatkan ketiadaan konten digital (zero digital content) dan minimnya jangkauan pasar untuk menarik minat generasi muda maupun calon anggota potensial di luar wilayah sekitar.

(357)

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendobrak keterbatasan tersebut melalui: Memberikan pemahaman dan pelatihan operasional pembentukan akun media sosial bisnis yang professional, Menganalisis dan memetakan target audiens digital secara tepat (terutama segmen milenial dan Gen Z), dan Melatih keterampilan teknis (hard skills) pembuatan konten pemasaran digital (video pendek, teknik copywriting, hingga pemanfaatan alat berbasis AI) khususnya pada platform TikTok untuk mendorong pertumbuhan usaha koperasi.

Kegiatan pelatihan dan pendampingan ini dilaksanakan secara langsung (offline) pada hari Minggu, 19 April 2026 bertempat di SD Santa Lusia, Rawalumbu, Kota Bekasi dengan jumlah peserta 60 orang anggota koperasi dengan mayoritas memiliki usaha (UMKM)

Pelatihan ini diampu dan didampingi langsung oleh Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat dari Program Studi Manajemen Universitas Dian Nusantara, yaitu Rahmat, S.Pd.I, M.M., Agtovia Frimayasa, S.E., M.M., Dr. Yanthy Herawaty, dll.

Pelaksanaan pelatihan berlangsung secara interaktif dan antusias. Para peserta menyambut kegiatan ini dengan penuh sukacita dan rasa gembira. Peningkatan kepercayaan diri terlihat jelas saat peserta yang sebelumnya awam dan ragu menggunakan media sosial untuk bisnis, kini mampu dan mahir mempraktikkan secara langsung pembuatan akun bisnis, merancang alur cerita (storyboard) video promosi, hingga memanfaatkan aplikasi di smartphone untuk mengunggah konten menarik di TikTok. Peserta mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai strategi penentuan algoritma agar konten usaha mereka lebih banyak dilihat orang.

Sebagai bentuk keberlanjutan program (sustainability), tim PkM UNDIRA bersama pihak pengelola KSU Raja menyepakati beberapa langkah tindak lanjut berupa Pendampingan Berkelanjutan Daring: Pembentukan grup komunikasi digital (seperti WhatsApp Group) untuk sarana konsultasi, diskusi rutin, dan evaluasi performa konten yang diunggah serta Penyusunan Jadwal Publikasi Konten (Content Schedule): Pengurus koperasi akan secara konsisten memproduksi serta mempublikasikan konten produk simpan pinjam dan kemitraan UMKM secara teratur.

Must Read

Related Articles