Home Senifilm Indonesia Raih 3 Piala Festival Film Asia Pasifik Di Macau

Indonesia Raih 3 Piala Festival Film Asia Pasifik Di Macau

by Admin
img 20231202 wa0021

Tiga film Indonesia meraih tiga piala dalam Festival Film Asia Pasifik (FFAP)/ tahuatau Asia Pacific Film Festival (APFF) Macau 2023.

Film ketiga itu adalah film Autobiographi yang meraih penghargaan Best Photography, Film KKN Desa Penari mendapatkan penghargaan Best Scenario, dan Film Dokumenter berjudul Land of Blessings dianugerahi Film Dokumenter Terbaik.

Malam 2 Desember 2023 penganugerahan Piala para pemenang berlangsung di Hotel Andaz, Makau. Dari hotel mewah itu sutradara Adisurya Abdy dari Indonesia yang ditunjuk menjadi salah juri pada penyelenggaraan FFAP 2023 menginformasikan peraih piala Film Terbaik dan Sutradara Terbaik ada tahun ini adalah film Em Van Trinh, Hanoi, Vietnam.

Bagi Adisurya kemenangan film Em Van Trinh dari Hanoi, Vietnam Ini sebuah kejutan, karena cerita tradisi film mereka boleh dibilang pendatang baru. “Penggarapan dramatiknya bagus sekali, sehingga dewan juri memberikan nilai terbaik kepada sutradara dan film Em Van Trinh,” jelas Adisurya Abdy.

img 20231202 wa0022

Ada pun Dewan Juri : Pansha – ketua. Mr Adi- Jakarta, Mr. John- Seoul, Mr. Radhi- Kuala Lumpur, Ms. Liza – Manila, dan Ms. Wang – BeijingMengenai mengilustrasikan acara, menurut Adisurya Abdy cukup baik, disupport penuh oleh pemerintah dan masyarakat setempat.

Panitia bekerja profesional.”Fasilitas untuk acara dan penjurian sangat bagus. Seperti Welcome Dinner dan Winning Time persiapan mereka baik sekali,” ungkap Adisurya yang berada di Macau sejak akhir November. “Selain penganugerahan berjalan baik, undangannya pun disesaki oleh artis artis dari Hongkong.

Pengisi acaranya pun, hihuran bagus bagus. Suasana sebagai sebuah festival patut diberi acungan jempol,” imbuh Adisurya, berpengalaman menjadi panitia FFAP, di Jakarta.

Melihat geliat dan semangat sineas dan para produser film di Asia Pasifik dalam menyelenggarakan FFAP, pemerintah Indonesia dalam hal ini yang membawahi perfilman tidak mengabaikan FFAP.

Bagaimana pun FFAP pernah menjadi festival terbesar kelima di dunia. Kota Jakarta adalah salah satu pendiri ajang ini dan FFAP sejak lama dibanggakan oleh artis dan sineas film Indonesia karena FFAP ikut melambungkan insan film Indonesia sejak tahun 1954 sampai kiwari.Sampai jumpa di FFAP di Kota Sarawak, Malaysia! (didang)

You may also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More