Wednesday, January 14, 2026

Film Sore: Istri dari Masa Depan Raih 1,3 Juta Penonton Raup Cuan 26 Milyar Rupiah

SKALAEKONOMI.COM. JAKARTA— Film Sore: Istri dari Masa Depan berhasil mencetak1,393,072 penonton pada Minggu, 20 Juli 2025, tepat pada hari ke-11 penayangan film.

Sejak pertama kali tayang pada 10 Juli 2025, angka 1 juta penonton Sore: Istri dari Masa Depan telah ditorehkan pada 19 Juli 2025, atau dalam kurun 10 hari tayang.

Hal itu sekaligus mengukuhkan sebagai film Indonesia ke-10 yang berhasil meraih angka 1 juta lebih penonton pada tahun ini.

Sore: Istri dari Masa Depan juga menjadi film bergenre drama romantis kedua tahun ini yang sukses mencapai 1 juta lebih penonton.

Sebuah pencapaian yang patut dirayakan karena tak dalam tahun-tahun terakhir, genre ini cukup kurang diminatipenonton Indonesia.

Kesuksesan Sore: Istri dari Masa Depan juga meneruskan sukses Yandy Laurens bersama produser Suryana Paramita dan Cerita Films, yang tahun ini juga merilis film 1 Kakak 7 Ponakan, bekerjasama dengan Mandela Pictures.

Film tersebut dirilispada awal tahun dan telah berhasil mendapat 1,237,043 penonton saat tayang dijaringan bioskop.

Kini, perjalanan manis tahun 2025 Yandy bersama Mita dan Cerita Films berlanjut lewat film Sore: Istri dari Masa Depan, yang telah melewati jumlahcapaian penonton 1 Kakak 7 Ponakan.

Meski harus bersaing dengan judul-judul film besar Hollywood, Sore: Istri dari Masa Depan membuktikan sebagai film yang memiliki kualitas tinggi.

Terbukti, dari jumlah layar yang diberikan pada saat Opening Day yang tidak mencapai 300 layar, kini dengan dukungan penonton Indonesia yang ikut menonton film ini, layar untukSore: Istri dari Masa Depan terus bertambah.

“Capaian ini adalah berkat dukungan seluruh penonton Indonesia yang telah percaya dengan karya independen perdana Cerita Films. Merasa film ini digendong oleh jutaan penonton Indonesia sehingga bisa berjalan sampai saat ini dan masih terus berlanjut,” kata produser film Sore: Istri dari Masa Depan SuryanaParamita.

“Ini adalah pengalaman yang surreal. Perasaan senang yang sulit dicerna, sakingbesar dan tulusnya respons penonton. Senang sekali film ini menjadi milik bersama,dan terharu,” kata sutradara film Sore: Istri dari Masa Depan Yandy Laurens.Ko-produser film Sore: Istri dari Masa Depan dari Kroasia, Spomenka Saraga,menyatakan rasa syukurnya film ini telah sukses ditonton lebih dari 1 juta penonton.

Terlebih, proses syuting selama di Kroasia, di kota Grožnjan dan Zagreb,memberikan inspirasi baginya dan seluruh kru dan pemeran.

“Kami belum pernah bekerja dalam lingkungan yang begitu tenang, tanpa teriakan,dengan tawa sepanjang hari, dan tidak ada satupun anggota tim yang mempertanyakan jam kerja, karena bekerja dengan mereka sungguh menyenangkan. Semua pemeran dan saya bangga sebagai produser Kroasia dengan tim kami yang luar biasa, termasuk Zdenka Gold, Bobby Grubic, Kristina Nefat, Zoran Živković,Jadranko Bagaric, semua driver kami yang luar biasa dan sabar, para aktor kamiyang luar biasa Goran Bogdan, Lara Nekić, Livio Badurina, Borko Peric, VandaWinter, Sandra Lončarić, Slavica Knežević, Tea Harčević, Igor Galo. Terima kasih dari lubuk hati kami kepada semua orang,” ujar produser Spomenka Saraga.

Tak hanya sukses secara raihan jumlah penonton, film Sore: Istri dari Masa Depanjuga berhasil membuat soundtrack film ini didengarkan oleh banyak orang.

Salah satunya, terbukti dengan masuknya lagu Terbuang dalam Waktu dari Barasuara kedalam Top 1 Chart Viral 50 Indonesia Spotify.

Sebagai ucapan terima kasih untuk seluruh penonton, Cerita Films bersama SheilaDara, Barasuara, dan Maya Hasan pun hadir di Main Atrium Street Gallery Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta Selatan pada Minggu, 20 Juli 2025.

Mereka tampil membawakan 2 lagu soundtrack film Sore Istri dari Masa Depan, yaitu Terbuang dalam Waktu dan Pancarona. ‘Konser’ dadakan ini disambut meriah antusias oleh pengunjung mal, yang memadati area Main Atrium Street Gallery PIM, hingga terlihat di beberapa lantai di bagian atas.

Film Sore Istri dari Masa Depan diproduksi oleh Cerita Films dan didukung oleh Melyana Tjahyadikarta, Queen Yeap, Slingshot Pictures, Imajinari, Miles Films,Studio Artemis, Jagartha, Trinity Entertainment Network, dan Dwidaya Amadeo Gemintang sebagai jajaran produser eksekutif dan kolaborator.

TENTANG CERITA FILM SCERITA FILMS adalah rumah produksi di Indonesia yang pertama kali diperkenalkan kepada publik melalui web series berjudul Mengakhiri Cinta Dalam 3 Episode (2018) yangdirespon dengan antusiasme tinggi hingga mencapai total 5 juta penonton per episode diplatform YouTube.

Melanjutkan kesuksesan kolaborasinya untuk video musik berjudulMercusuar pada 2018, rumah produksi Cerita Films kemudian resmi bernaung di bawahnama PT. Tetapi Imajinasi Tidak pada 2019.

Rumah produksi yang dikelola oleh Suryana Paramita sebagai produser dan Yandy Laurens sebagai penulis dan sutradara ini dikenal dengan karya-karyanya yang memiliki kekuata nnarasi. Cerita-cerita yang diangkat begitu dekat dengan keseharian namun dikemas dalam teknik bertutur yang unik dan meninggalkan rasa yang dalam bagi penontonnya.

Di antaranya adalah deretan series dan film pendek hasil kolaborasinya dengan brand danpihak-pihak lain seperti Janji the Series (2019), The Power of Sharing (2020), SepuluhMeter (2020), Perjalanan Terbaik Sepanjang Masa (2021), dan Yang Hilang Dalam Cinta(2022).

Bekerjasama dengan rekan rumah produksi lain, Cerita Films memproduksi film layar lebarpertamanya, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film (2023), yang meraih penghargaan Piala Citra sebagai Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2024.

Pada awal 2025, Cerita Films kembali berkolaborasi untuk memproduksi film 1 Kakak 7 Ponakan, yang berhasil mencetak boxoffice dengan meraih 1,2 juta penonton. Sore: Istri dari Masa Depan adalah film layar lebar pertama Cerita Films yang diproduksi secara mandiri dan tayang sejak 10 Juli 2025 lalu. (Dia)

Must Read

Related Articles