Saturday, August 22, 2026

Diskusi Terbatas MADFest Merah Putih 2026 Mengevaluasi Puncak Acara dan Meluaskan Kategori di MADFest 2027

SKALAEKONOMI. COM. JAKARTA. Penyelenggaraan MADFest Merah Putih 2026, yang mengusung tema Kamera Pengganti Megaphone, Layar Pengganti Jalanan, dan Visual Pengganti Slogan, berjalan lancar dan cukup meriah.

Pada Malam Penganugerahan Aspirasi Festival Film Pendek Karya Pekerja 2026 yang berlangsung di Sinema Hall, Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, (PPHUI) Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa 18 Agustus 2026.

Gelaran Malam Penganugerahan dihadiri undangan dari para pejabat pemerintahan instansi terkait Kemenaker, Direktorat Perfilman Kemenbud, Lembaga Sensor Film, organisasi perfilman dan sejunlah organisasi serikat pekerja/ buruh. Lebih kurang 500 kursi penuh bahkan banyak undangan yang terpaksa berdiri.

Ketua Penyelenggara Sonny Pujisasono merasakan bahagia karena Festival Film Pendek itu berjalan sesuai dengan rencana.

Namun Sonny juga tidak menampik masih banyak kekurangan dalam beberpa hal.
“Tentu saja kami sebagai penyelenggara mengakui masih adanya kekurangan di segala aspek. Itulah kani menggelar acara diakusi untuk meminta pandangan dari kawan kawan yang hadir pada malam itu,” ungkap Sonny, di depan peserta diskusi di antaranya Ketua Kurator Festival Ensadi Joko Santoso, Ketua Bidang Acara Arry Wadhy Sandjaya. Ada seksi palling sibuk Toto Sugriwo, Ratu Erina, dan panitia lainnya.

Sementara itu Ketua Kurator MADFest Merah Putih 2026, Ensandi Joko Santoso menjelaskan, di antara 10 judul film pendek yang masuk seleksi dari 63 peserta akan diikutsertakan dalam festival film pendek di beberapa negara Eropa, salah satu tujuan adalah kota Shefield, Inggris.

“Film yang akan diikutsertakan disesuaikan dengan tema dan ketentuan yang ada pada festival film pendek itu. Karena beda festival, punya tema dan ketentuan yang spesifik,” jelas Ensandi Joko Santoso.

Dari peserta diskusi selain menanggapi event MADFest Merah Putih berjalan rapi dalam menggunakan waktu, juga pertanyaan apakah aspirasi yang disampaikan melalui film itu akan ditindaklanjuti kepada instansi terkait.

Dalam hal ini, Sonny Pudjisasono menanggapi, justru festival film pendek ini saluran aspirasi yang disampaikan secara estetis dan humanis, dari jalanan ke film digital.
“Intinya demo yang selama ini dilakukan di jalanan sambil berteriak dan mengganggu orang lain, maka digantikan dengan kamera pengganti megaphone, layar pengganti jalanan, dan visual pengganti slogan,” jelas Sonny, yang menjelaskan akan memperluas kategorisasi.

Pada tahun pertama penyelenggaraab MADFest Merah Putih 2026 hanya ada 5 kategori, tahun 2027 akan diperluas hingga 21 kategori. Para peserta festival film pendek tahun 2027 nanti akan diberi bekal pengtahuan teknis berupa workshop.

Akhir diskusi diputar film pendek karya berjudul Antrian Nomor Kematian karya Ayyub Basya yang terpilih 5 aspiratif.

Film ini masuk kategori kesehatan yang berisi pesan mengenai kerumitan birokrasi dalam melayani pasien yang memggunakan BPJS.***

Must Read

Related Articles