SKALAEKONOMI.COM. JAKARTA Masyarakat Jakarta menyambut baik penyelenggaraan kegiatan panggung ekpresi seni budaya CFD halaman gedung pusat perfilman H. Usmar Ismail di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta, yang mulai dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 05.30–10.00 WIB.
Pemanfaatan halaman parkir Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) sebagai pusat kegiatan panggung ekpresi seni budaya, bazar kuliner UMKM, serta pameran koleksi sinematografi merupakan langkah positif untuk menghadirkan ruang publik yang produktif, kreatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Setiap upaya yang membuka ruang ekspresi bagi para seniman, pelaku budaya, serta pelaku UMKM.
“Seni dan budaya adalah bagian penting dari identitas bangsa sekaligus dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Ruang publik seperti CFD harus menjadi tempat masyarakat berekpresi berkumpul, berkarya, dan memperkuat kebudayaan nasional,” ujar Sonny Pudjisasono, SH, Ketua PPHUI.
Pada Minggu, 5 Juli 2026, kegiatan CFD di kawasan Rasuna Said, Jakarta akan ada kegiatan launching yang ditandai syukuran dengan pemotongan tumpeng tanda dimulainya produksi pertunjukan Lenong Modern “Lenong Jaman Now” berjudul “Halte Rumpi” yang digawangi oleh Harry De Fetes dkk dan para pemain lainnya.
Selain itu, panggung terbuka bagi berbagai komunitas seni untuk menampilkan musik, tari, teater, puisi, hingga kesenian tradisional maupun kontemporer.
Ketua Yayasan Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) Sonny Pudjisasono, S.H., mengajak masyarakat, pekerja seni, dan komunitas budaya untuk memanfaatkan panggung ekspresi pemajuan budaya yang telah disiapkan sebagai wadah berkarya dan mempererat kebersamaan.
“Kami ingin kawasan PPHUI menjadi rumah bersama bagi para seniman, budayawan, komunitas kreatif, dan pelaku UMKM.
Melalui panggung seni budaya yang hadir setiap Minggu pagi di kawasan CFD Rasuna Said, kami berharap lahir ruang publik yang hidup, inklusif, serta mampu mengangkat karya anak bangsa berekpresi. Siapa pun yang memiliki kreativitas kami persilakan untuk tampil dan berpartisipasi,” kata Sonny Pudjisasono.
Sonny menambahkan, peluncuran kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menjadikan kawasan PPHUI sebagai salah satu pusat aktivitas seni dan budaya di Jakarta yang dapat dinikmati masyarakat luas setiap akhir pekan.
Dengan kolaborasi berbagai elemen masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem seni budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui bazar UMKM.
berharap inisiatif ini menjadi contoh bahwa ruang publik dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk olahraga, tetapi juga sebagai ruang ekpresi, edukasi, pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi rakyat, dan penguatan solidaritas sosial melalui seni dan kebudayaan. (kd)

