Monday, January 19, 2026

BRI Jazz Gunung 2025: Menggerakkan Ekonomi Kreatif dari Panggung Tertinggi Indonesia

SKALAEKONOMI.COM – Jakarta. Jazz Gunung kembali hadir dengan semangat baru dalam penyelenggaraan ke-17 tahun 2025. Tidak sekadar pertunjukan musik, festival ini menjelma menjadi ekosistem budaya yang menggerakkan roda ekonomi lokal dan nasional. Salah satu motor penggeraknya adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang tahun ini menjadi sponsor utama dan menghadirkan sentuhan digital melalui aplikasi BRImo, menjawab kebutuhan transaksi selama acara berlangsung.

Selama satu pekan penuh, Jazz Gunung 2025 menyuguhkan lebih dari sekadar konser. Dari panggung megah di atas ketinggian 2.000 meter, acara ini memadukan musik, seni rupa, pasar UMKM, edukasi, hingga diplomasi budaya yang berdampak langsung pada ekonomi kreatif berbasis komunitas. Sigit Pramono, penggagas Jazz Gunung, menegaskan bahwa festival ini dirancang agar pengunjung datang lebih dari sekali. “Ada pameran seni, pasar lokal, dan atmosfer yang tidak bisa diulang dalam satu hari. Kami ingin ekonomi lokal berdenyut lebih lama,” ujarnya.

Pendorong Ekonomi Lokal dan Pariwisata Berkelanjutan

Efek ekonomi dari Jazz Gunung terasa nyata. Setiap penyelenggaraan festival membawa dampak signifikan terhadap sektor akomodasi, transportasi lokal, kuliner, hingga pelaku seni dan budaya di kawasan Bromo dan Ijen. Hotel dan homestay penuh, jasa jip dan kuda lokal meningkat, bahkan pelaku UMKM mendapatkan ruang etalase strategis lewat “pasar festival”.

vinsensius jemadu deputi bidang produk wisata dan penyelenggara kegiatan
vinsensius jemadu deputi bidang produk wisata dan penyelenggara kegiatan

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, menyebut bahwa Jazz Gunung telah menunjukkan konsistensi sebagai role model event pariwisata berbasis alam dan budaya. “Ini festival yang selaras dengan agenda ekonomi hijau dan berkelanjutan. Kami tidak hanya hadir, tapi berkolaborasi untuk menjadikan Jazz Gunung sebagai event global yang berakar kuat pada kekayaan lokal,” ujarnya. Salah satu bentuk dukungan konkret ialah promosi lewat kanal digital dan media luar ruang Kemenpar, seperti videotron nasional.

Selain itu, Jazz Gunung juga membuka ruang regenerasi lewat program Bromo Jazz Camp. Anak-anak muda dari berbagai daerah dibimbing oleh musisi profesional seperti Kevin Yosua, kemudian diberi kesempatan tampil di panggung utama. Sebuah model pendidikan dan aktualisasi yang memberi dampak jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

pressconf bri jazz gunung 2025
pressconf bri jazz gunung 2025

Sinergi Digital dan Budaya: BRI Hadirkan BRImo untuk Festival

BRI sebagai sponsor utama turut memperkuat posisi Jazz Gunung sebagai festival modern yang bersinergi dengan teknologi. Melalui aplikasi BRImo, pengunjung difasilitasi kemudahan transaksi selama festival—dari pembelian tiket, produk UMKM, hingga layanan keuangan digital lainnya. Dengan semangat #BRIMoMudahSerbaBisa, BRI tak hanya mendukung dari sisi pendanaan, tetapi juga memperluas inklusi keuangan kepada pengunjung dan pelaku UMKM lokal.

“BRI percaya bahwa musik dan budaya adalah sarana pemberdayaan ekonomi. Melalui BRImo, kami menjangkau komunitas muda pecinta musik untuk lebih mengenal layanan finansial digital yang mudah dan aman,” terang perwakilan BRI dalam konferensi pers 3 Juli 2025 di IFI Jakarta.

Jazz Gunung 2025 digelar dalam tiga seri: Bromo Series 1 (19 Juli), Bromo Series 2 (26 Juli), dan Ijen Series (9 Agustus). Tiket untuk masing-masing seri telah tersedia dan sudah terjual hingga 60 persen. Kehadiran musisi dari Belanda (Chagall), Prancis (Rouge), dan musisi nasional seperti Karimata, Tohpati, Sal Priadi, dan Monita Tahalea semakin menegaskan posisi Jazz Gunung sebagai festival berkelas dunia dengan jiwa lokal.

Seiring derap ekonomi kreatif Indonesia yang terus tumbuh, Jazz Gunung 2025 hadir sebagai panggung pertemuan antara budaya, teknologi, dan pemberdayaan. Sebuah ruang kolaborasi yang bukan hanya membahagiakan telinga, tetapi juga menggerakkan hati, ekonomi, dan masa depan.

Must Read

Related Articles