Home Persona Sosok Bung Karno Di Mata Olivia Zalianty

Sosok Bung Karno Di Mata Olivia Zalianty

by Admin

Tidak banyak generasi muda yang peduli akan nilai-nilai sejarah, teruatama nilai kebangsaan  dari para founding fathers negeri ini. Satu di antara yang sedikit peduli akan sejarah dan menyelami pemikiran tokoh-tokoh perjuangan kebangsaan dan perjuangan kemerdekaan, dialah artis Olivis Zalianty, yang akrab disapa Oliv.

Pemain film Makrifat Cinta dan mini seri  Ada Apa dengan Cinta ini, banyak membaca buku tentang Ir. Soekarno atau Bung Karno (BK). Seperti Sewindu Bersama Bung Karno yang ditulis oleh mantan ajudan proklamtaor RI itu, Bambang Widjanarko, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat ditulis Cindy Adams, dan buku Indonesia menggugat.

“Dari membaca itulah saya kagum terhadap sosok Bung Karno. Meski tindakan dia di sisi lainnya memunculkan kontroversi, tapi itulah manusia,”tutur putri artis Tetty Liz Indriaty, dan adik dari Marcella Zalianty, yang juga artis terdepan. “Bagaimana tidak kagum usia 21 tahun Bung Karno dan kawan-kawan sudah bisa menyatukan 17 ribu pulau menjadi Indonesia. Bayangkan sekarang ini, usia segitu generasi muda masih asyk bermain tik tok,”imbuh Oliv lagi.

aku dan soekarno eps 1 – berziarah bukan ke makam

Mengagumi sosok dan pemikiran Bung Karno dan mencari jalan berkntribusi dalam membangun negeri, Oliv, yang baru saja pension sebagai atlit Wushu itu mendirikan Yayasan Generasi Lintas Budaya, di sana bergabung tokoh Jimly Asiddiqie dan seniman Raja Asdi. Yayasan yang bergerak di bidang lingkungan dan budaya itu, pada tahun lalu menyelenggarakan acara merawat lingkungan dengan menanam ribuan pohon di beberapa daerah di pulau Sumatera di antaranya di Riau dan Payakumbuh, Sumatera Barat.

“Tahun ini kegiatan di luar ruang saya kurangi karena pendemi corona.Pada Mei lalu, kami menggelar acara Konser Amal Berbagi Kasih Virtual bersama Bimbo. Kala itu Bimbo mencipatakan dan menyanyikan lagu ciptaan terbarunya berjudul Corona. Sebelum tayang kami sowan ke Ibu Megwati Soekarnoputri meminta beliau berkenan menyampaikan sambutan. Alhamdulillah disambut baik dan beliau mau memberikan sambutan,” ungkap Oliv. Dalam pertemuan itu artis berdarah Jawa-Tionghoa sempat bilang kepada mantan presiden wanita perta Indonesia itu bahwa dirinya sangay mengagumi Bung Karno.

Hasil pengumpulan dana dari Konser Amal  Berbagi Kasih, hampir mencapai lima miliar rupiah. Semua hasil itu dibagikan kepada yang berhak menerimanya. Di antaranya para pekerja seni dan jurnalis.”Saya prihatin waktu itu karena yang dikeluhkan adalah kehidupan pengemudi ojol dan perawat, sementara seniman dan jurnalis belum ada yang memperhatikan,” kata Oliv. Keuskesan acara itu tak lepas dari dukungan berbagai pihak di antaranya Ketua BNPB Doni Monardo, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menteri LHK Siti Nurbaya, TVRI Pusat, Kominfo, Kemen BUMN,Satgas Covid-19, Indika Foundation, Gerak BS, Parfi 56,BPIP, BRG, dan lembaga lainnya. Acara itu ditayanngkan Live Virtual dari TVRI Pusat Jakarta direlay oleh 11 stasiun televise dan media steraming.

Pada tanggal 19 Desember baru lalu, Oliv bersama Yayasan Generasi Lintas Budaya menggelar acar baca Puisi Bela Negara dalam rangka memperingati 72 tahun Hari Bela Negara. Acara yang menghadirkan beberapa tokoh secara daring itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat.”Ada pernyataan bela negara dari kaum muda dan pembacaan puisi tentang bela negara,” kata Oliv.

Puisi Hari Bela Negara itu didukung oleh Perpusnas,, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, BNPB, BRG RI, Gerak BS, Parfi 56. Juga didukung oleh TVRI Pusat yang melakukan taping gelaran tersebut. Pengisi acara Puisi Bela Negara di antaranya Gus Mus alias KH. Mustofa Bisri Dirjen Polhum, Depdagri, serta tokoh lainnya seperti Jimly Asiddiqie, dan sambutan dari Menhan Prabowo Subianto.

Pada Momentum Puisi Bela Negera diterbitkan buku Novel Roman Sejarah berjudul :  Bayang Bayang Nelati dan Melati Patah Janji. Novel itu berisikan kisahnyata Awaludin Latief salah seorang pejuang Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 1948-1949, yang menjadi tonggak sejarah diperingatinya Hari Bela Negara pada setiap 19 Desember.

Di penghujung tahun 2020 ini Oliv dan  tim kreatifnya bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, membuat tayangan monolog berjudul  Aku dan Soekarno, sebanyak enam episode. Tayang di channel budayasaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mulai tayang episode pertama, Selasa.  22 Desember, pukul 10.00 WIB. Berlanjut Kamis 24 Desember, Sabtu 26 Dsember, Selasa 29 Desember, Kamis 31 Desember dan episode terakhir atau enam, diptayangkan pada Sabtu,2 Januari 2021. Jamnya sama semuanya jam 10 WIB,”tutur  Oliv.

Dalam monolog tayang itu, pada episode satu berbicara mengenai Berziarah Bukan ke Makam..Tokoh aku adalah pengagum Bung Karno. Dia ingin lebih mengenal sosok dan pikiran-pikiran presiden  pertama RI itu dengan caranya sendiri, tidak pergi ke makam atau tempat- tempat peninggalannya tetapi dengan pergi ke perpustakaan, mencari tahu di dalam buku – buku, dan ia menghayatinya sebagai ziarah..

Di episode kedua monolog Kota yang Berwibawa menceritakan Bung Karno adalah manusia yang mempunyai pikiran jauh ke depan. Patung patung yang kini berdiri mewarnai Jakarta, menjadi pemandangan tersendiri. Padahal, saat itu, pembuatan patung banyak dikecam karena tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat kala itu.

Jendela-Jendela Sejarah, dalam monolog ke tiga ini Tokoh aku bergumul dengan sejarah dan pikiran Bung Karno. Bapak bangsa yang bisa menyatukan belasan ribu pulau menjadi Indonesia.

Tiga episode terakhir monolog tayang menceritakan mengenai  keruntuhan sebuah bangsa yang tidak mandiri dalam masalah pangan. Kemudian dimonologkan juga mengenai anak-anak muda masa Bung Karno, di suia masih belia sudah bicara soal kebangsaan. Suara Semesta  menutup tayangan Aku dan Soekarno. Di akhir monolog ini ada suara semesta sebagai saksi perjalanan bangsa dan negara Indonesia.*****

You may also like

Leave a Comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More