Thursday, September 10, 2026

Forum Wartawan Kebangsaan Minta Kepolisian Lanjutkan Pencarian Wartawan Peliput Erupsi Anak Krakatau

Skalaekonomi.com. JAKARTA—Hingga Rabu (9/9/2026), keberadaan lima wartawan yang hilang saat meliput erupsi gunung anak Krakatau, belum diketahui.

Forum Wartawan Kebangsaaan (FWK) meminta pihak Kepolisian dan Tim SAR gabungan meneruskan upaya pencarian wartawan secara maksimal.

“Kami menyampaikan aspirasi dari pihak keluarga. Mereka adalah keluarga besar Forum Wartawan Kebangsaan,”ujar Koordinator FWK, Raja Parlindungan Pane pada acara “Ngobrol Santai” Forum Pimred Multimedia Indonesia dengan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddilizon Isir di Hotel Luminor, Pecenongan, Jakarta.

Doa, keprihatinan dan harapan atas keselamatan lima wartawan foto ini kembali disampaikan saat acara diskusi kebangsaan FWK, beberapa waktu kemudian, di tempat yang sama.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, antara lain Hendry Ch Bangun, mantan Ketua Dewan Pers periode 1999-2022 serta sejumlah wartawan senior lainnya.

Di hadapan para pemimpin redaksi dan pengurus Forum Pimred Multimedia Indonesia, Irjen Pol Johnny Eddilizon Isir menyampaikan, pihaknya terus memantau perkembangan pencarian lima wartawan yang hilang bersama tiga orang lainnya.

“Secara berkala, kami mendapat laporan dari Kapolda Banten (Irjen Hengki—Red) mengenai perkembangan pencarian wartawan dan tiga korban hilang lainnya,”ujar Johnny Eddilizon.

Johnny Eddilizon yang didapuk menjadi Kadiv Humas Polri, Januari 2026 ini, kemudian mengajak keluarga besar wartawan, masyarakat, ikut membantu upaya pencarian korban hilang dan menyampaikan doa terbaik untuk keselamatan para korban yang hilang,

“Semoga korban yang hilang dapat ditemukan dalam keadaan selamat, sehat.”

Anggota FWK melaporkan, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki saat menyambangi Posko Utama SAR Gabungan, Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026), sempat menemui dan berdialog dengan sejumlah istri wartawan yang hilang itu.

“Semoga tidak terjadi apa-apa ya,”ujar Irjen Hengki, sambil menyatakan pihak kepolisian, SAR Gabungan dan masyarakat terus berupaya mencari keberadaan wartawan yang hilang.

Tanggal 7 September lalu, lima wartawan foto dari berbagai media dan tiga orang lainnya, kapten kapal, ABK dan pemandu, berangkat dari kawasan Pagedongan, Carita, Pendeglang, untuk meliput dan memperoleh gambar-gambar eksklusif, sedekat mungkin dari lokasi erupsi gunung anak Krakatau.

Hendry Bangun, mantan wartawan senior Harian Kompas mengapresiasi naluri jurnalistik para jurnalis yang mau bersusah payah, terjun langsung ke dekat lokasi kejadian, demi berita eksklusif untuk disampaikan kepada masyarakat luas.

“Naluri jurnalistik teman-teman ini patut diapresiasi, apalagi di tengah era digital dan artificial intelligent, di mana wartawan cenderung ingin bekerja cepat dan tidak mau repot-repot terjun ke lokasi kejadian,”tambah Raja Pane.

Gunung anak Krakatau menjadi pusat perhatian karena mengalami erupsi dan mengeluarkan lava, abu serta material pijar. Beberapa hari lalu, lima wartawan berangkat menuju Gunung Anak Krakatau.

Menurut Basarnas, posisi terakhir diketahui sekitar 18,5 Km dari pantai. Kemudian, kontak dengan mereka terputus. (fwk)

Must Read

Related Articles