SKALAEKONOMI – Dua band tribute, Rockafellasdan Rockjam, sukses memanaskan panggung Fat & Sim dalam di edisi ke 11 Rockafella’s Silahturockmi yang menghadirkan total 31 lagu rock legendaris dalam satu malam (23/05/25). Menghadirkan energi dan musikalitas tinggi, konser ini menjadi ajang perayaan kejayaan musik rock klasik dari nama-nama besar seperti Yngwie Malmsteen, Rainbow, Black Sabbath, hingga Ozzy Osbourne.
Sebagai penampil pertama, Rockafellas tampil memukau lewat aksi panggung yang dinamis dan aransemen tajam dari lagu-lagu Yngwie Malmsteen. Dengan formasi Joe Silitonga, Mando GrassRock, Riffy Putri, Adhytia Perkasa, Sonny Bibonx, serta Youslam yang malam itu menggantikan posisi Coky Sitohang sebagai gitaris, membawakan sederet nomor-nomor hits Yngwie. Membuka persembahan dengan sempurna lewat lagu manis ‘Save Our Love’, selanjutnya meluncur ‘I’m My Own Enemy’ lewat vokal Sonny Bibonx yng cukup bertenaga. Lalu nomor instrument ‘Evil Eye’ dihadirkan yang menampilkan permainan gitar dahsyat dari Youslam yang sangat mendekati permainan Yngwie.
Youslam juga memberikan warna baru dalam harmoni band, dan ia sukses menunjukkan kepiawaiannya membawakan lagu-lagu sulit dengan presisi dan emosi, memperkuat kesan eksplosif dan penuh daya pukau dalam tiap lagu yang dibawakan.
Selanjutnya berturut-turut hadir ‘I’ll See the Light Tonight’, ‘Dreaming (Tell Me)’ yang menghadirkan vokal Riffy Putri yang tak kalah bertenaga. Selanjutnya lagu dengan tempo cepat ‘Rising Force’semakin membakar suasana dan satu lagu dari System of a Down lewat ‘Lost in Hollywood’.

Kelar dengan pesta musik heavy metal, hadir Rockjam dengan nomor lagu pilihan yang membakar semangat penonton angkat lagu-lagu rock klasik dari Black Sabbath dan era solo Ozzy Osbourne. Diperkuat oleh Adhytia Perkasa, Wahyu, Bimbim, dan Adhi, Rockjam menyuguhkan setlist panjang yang mencakup lagu-lagu ikonik seperti ‘War Pigs’, ‘Iron Man’, ‘Children of the Grave’, ‘Paranoid’, ‘Supernaut’, ‘Sabbath Bloody Sabbath’, serta lagu-lagu monumental dari Ozzy seperti ‘Crazy Train’, ‘No More Tears’, ‘Mama, I’m Coming Home’, ataupun ‘Mr. Crowley’. Dengan aransemen rapi dan penjiwaan mendalam, Rockjam sukses menciptakan atmosfer nostalgia yang membangkitkan semangat era heavy metal klasik.
Total ada sekitar 26 lagu disajikan habis oleh The Classic Rockjam dalam 2 sessi penampilan mereka. Apa yang disuguhkan benar-benar membuat pengunjung di Fat & Sim malam itu berdecak puas. Tak sia-sia persiapan yang memakan waktu selama dua bulan ini. Sambutan hangat dari komunitas, terutama dari kalangan gitaris. Promosi melalui berbagai kanal seperti grup WhatsApp dan media sosial berhasil menarik perhatian besar, menandakan masih kuatnya antusiasme terhadap skena rock klasik.
Tak mau tanggung, sound system dan lighting juga disediakan oleh ESP, sementara outfit para personel ditunjang oleh sponsor. Adit ataupun Riffy dalam komentarnya percaya konsep konser seperti ini bisa menjadi titik balik kembalinya ekosistem musik live, khususnya di segmen rock klasik.
“Kami membuka kemungkinan untuk berkolaborasi dengan band-band lain yang ada, demi memperluas jejaring dan memperkuat eksistensi konsep ini di kancah festival musik yang lebih besar,” ujar Adhyt.
Lebih dari sekadar pertunjukan musik, konser ini membawa semangat kebersamaan, kesinambungan, dan dorongan untuk terus menghidupkan kembali panggung musik bagi para musisi. Format panggung yang bergiliran juga dirancang agar penonton bisa menikmati seluruh penampilan dengan maksimal.
Dengan semangat yang menyala, Rockafellas dan Rockjam menunjukkan bahwa rock klasik bukan sekadar masa lalu, tapi masih punya tempat yang kuat di hati para penggemarnya hari ini. Mereka pun berharap bisa terus melanjutkan konsep ini ke berbagai kota dan festival besar ke depannya.
